resensi film laskar pelangi
Resensi
film laskar pelangi
A. Identitas Film
Judul film : Laskar Pelangi (2008)
Sutradara
: Riri
Riza
Penulis
novel : Andrea Hirata
Produser
: Mira
Lesmana
Durasi
: 2 jam 4 menit
Pemain :
a.
Cut mini theo :
bu muslimah
b.
Ferdian :
lintang
c.
Zulfanny :
ikal
d.
Verry : mahar
e.
Mathias muccus :
bapaknya ikal
f.
Alex komang :
bapaknya lintang
Film ini diadaptasi
dari sebuah novel yang memiliki judul yang sama yaitu “laskar pelangi”. Film ini
berkisah tentang si “ikal” dan delapan temannya yang bersekolah di sebuah SD
yang bernama SD Muhammadiyah yang
hampir dirobohkan, karena tidak ada lagi murid yang bersekolah disekolah itu, di
Bangka belitung. Mereka mulai merintis mimpi dari SD tersebut, dengan bimbingan
ibu Mus. Perjalanan mereka dalam bersekolah banyak di warnai suka, duka, sedih
dan tawa. Suatu hari ada sebuah karnaval yang diadakan di belitung, mereka
mempersiapkan parade yang tidak biasa dimana di sertai dengan tarian. Tarian mereka
terlihat seperti tarian orang gila yang penuh semangat karena suatu kesalahan
dimana kostum mereka menggunakan sebuah buah yang menyebabkan badan mereka
gatal-gatal. namun kesalahan itulah yang membawa SD mereka memenangkan karnaval
tersebut.
Setelah acara itu mereka juga mengikuti lomba cerdas cermat
yang diadakan di SD PN, SD yang merupakan SD utama dan bagus di belitung. Dalam
lomba tersebut SD Muhammadiyah berhasil menyabet juara satu atas jasa dari
lintang. Salah satu murid yang merupakan anak pesisir pantai belitung dan
terkenal kepintarannya dalam matematika. Bahkan kepintarannya itu membuat juri
curiga kalau soal yang di berikan telah bocor, namun lintang bisa membuktikan
kalau dia menyelesaikan soal itu sendiri tanpa kecurangan.
Semua kebahagiaan itu hilang saat lintang mundur dan berhenti
sekolah karena ayahnya yang seorang nelayan meninggal saat melaut dan ia harus
menjaga kedua adik perempuannya. Perpisahan itu membuat sedih bu Mus dan semua
murid-murid lainnya.
Beberapa
tahun kemudian, saat mereka telah beranjak dewasa, mereka semua banyak mendapat
pengalaman yang berharga dari setiap cerita di SD Muhammadiyah. Tentang sebuah
persahabatan, ketulusan yang diperlihatkan dan diajarkan oleh bu Muslimah,
serta sebuah mimpi yang harus mereka wujudkan. Ikal akhirnya bersekolah di
Paris, sedangkan teman-teman lainnya menjadi seseorang yang dapat membanggakan
Belitung.
C. Kesimpulan
Film
ini mengajarkan kita untuk tidak mudah putus asa dalam menuntut ilmu walaupun dengan
keadaan dan jarak yang menghalangi. Selalu menjadi seorang pemimpi tanpa takut
akan jatuh karena mimpi itu dan selalu berusaha untuk mengejar mimpi itu
walalupun mimpi terasa tidak mungkin. Dan jadikan orang yang tepat sebagai
teman dan panutan serta jangan melupakan darimana kita berasal dan dari mana
ilmu itu kita dapatkan. Jangan pernah melupakan jasa dari guru maupun pengajar
yang telah membagi ilmu itu pada kita dan selalu menjaga diri kita dari segala
sifat kepesimisan akan sesuatu hal. Karena mimpi itu bisa di gapai jika kita
meyakinkan diri kita bahwa mimpi itu bisa kita capai. Film ini juga mengajarkan
betapa pentingnya arti dari sahabat yang sebenarnya, yang mana bukan hanya saat
kita suka namun juga berada di samping kita saat kita susah.
Komentar
Posting Komentar